Di relung-relung kamarku Kulihat kau tersenyum Berangkaian kata rindu Puisiku untukmu Kasih adakah waktu tersisa Untuk dapat saling bicara Tentang kembang mawar kita Yang berwarna jingga Kini dia mekar kelopaknya Sayang tersia-sia Walau setia di dalam makna Tidakkah kau tahu, 'ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah Tidakkah kau tahu, ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah Kasih adakah waktu tersisa Untuk dapat saling bicara Tentang kembang mawar kita Yang berwarna jingga Kini dia mekar kelopaknya Sayang tersia-sia Walau setia di dalam makna Tidakkah kau tahu, 'ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah Tidakkah kau tahu, 'ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah Ataukah karena selalu kubersikap seperti adanya Yang lemah dan berhias kesalahan tiada sempurna ♪ Tidakkah kau tahu, 'ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah (dan jiwaku telah lelah) Tidakkah kau tahu, 'ku selalu mencari waktu 'Tuk bertemu denganmu Lihatlah kedua mataku bersinar resah Dan jiwaku telah lelah Aah-haa-haa Duu-du-du-du Aah-haa-haa Duu-du-du-du-du