Terdulu aku bergelar permaisuri Di istana, berdua bersama dihuni Merekah retak bila kau kejut ku dari bermimpi Engkau pinta ruang, mencari kebebasan Biar ku terkurung di dalam kegelapan Sedar, tak sedar, pencarianmu sampai ke hati yang lain Tak mampu ku hidup tanpa dirimu Dah suntuk usia untuk berpatah hala Kau pinta ku terima kehadirannya Memasuki istana yang ku sangka ku bertakhta Bibirmu berkata mampu mencurah kebahgiaan Namun, cukupkah janji untuk menaruh harapan? Benarkah sisa cinta sukar untuk ku mencari peluang Merebut kasih sayang? Ku sekadar sekuntum dalam sejambang Ho-ho Memang benar ku seharusnya terima Namun, tak siapa persoal ketentraman jiwa Laungan wanita sekadar bisikan halus di telinga Andai ku terima kehadirannya Dapatkah kau bersama tika ku mendamba? Sukarnya soalan yang tiada berjawapan Mungkin sangkaan cintaku selama ini khayalan Bibirmu berkata mampu mencurah kebahgiaan Namun, cukupkah janji untuk menaruh harapan? Benarkah sisa cinta sukar untuk ku mencari peluang Merebut kasih sayang? Ku sekadar sekuntum dalam sejambang Wo-ho-oh, uh-hu-uh ♪ Ho-oh, bibirmu berkata mampu mencurah kebahgiaan Namun, cukupkah janji untuk menaruh harapan? Benarkah sisa cinta sukar untuk ku mencari peluang Merebut kasih sayang? Ku sekadar sekuntum dalam sejambang Wo, oh, sejambang